RSS

kontroversi seagames (pencak silat)

17 Dec

Aksi kurang terpuji yang dilakukan pesilat Indonesia Dian Kristanto saat final pencak silat di SEA Games XXVI/2011 antara Indonesia melawan Thailand, menuai banyak kecaman. 
Tidak hanya dari pihak Thailand yang merasa dirugikan, sejumlah warga Indonesia melalui jejaring sosial twitter juga mengecam gaya bertanding Dian yang dianggap sangat memalukan.

“Lari” dalam pertandingan silat sebenarnya dimungkinkan, hanya saja tetap menggunakan pola langkah. “Wasit akan meberikan aba-aba ”LANGKAH” jika seorang pesilat tidak melakukan teknik Pencak Silat yang semestinya.”  Begitu bunyi poin 6.1.2 pada Peraturan Pertandingan Pencak Silat IPSI. Menurut saya, yang dilakukan pesilat Indonesia berada di luar pola langkah yang dimaksud dalam aturan pencak silat.

Pada video tersebut juga terlihat pesilat Thailand kesakitan setelah berangkulan (masih dalam konteks pertandingan) dengan pesilat Indonesia. Pengunggah video yang sudah diberi ilustrasi tersebutmenyebut “kesakitan” yang dialami pesilat Thailand dikarenakan gigitan pesilat Indonesia. Sayangnya, pesilat Indonesia dalam posisi membelakangi, jadi tindakan tersebut (apabila benar menggigit) tidak terlihat. Kalau memang terbukti, harusnya mendapat Peringatan I karena termasuk dalam pelanggaran berat (poin 6.4.2 huruf f).

Sebeneranya, keberhasilan pesilat Indonesia memenangi pertandingan final tersebut sudah dimuat di berita pada hari yang sama dengan pertandingan tersebut (17/11). Dalam berita tersebut, pesilat Indonesia dinyatakan menang telak (5-0). Perlu diketahui bahwa juri dalam pertandingan pencak silat berjumlah 5 orang. Jadi, dalam pertandingan ini, kelima juri menilai pesilat Indonesia memenangi pertandingan.

Disebutkan juga bahwa sejak awal pertandingan, pesilat Indonesia mendominasi pertandingan tersebut. Bahkan pada babak kedua sudah terlihat bagaimana pesilat Indonesia sudah memimpin pertarungan tersebut. “Strategi dan teknik sapuan, pukulan juga digencarkan, sehingga dari serangan itu sempat menjatuhkan atlet andalan Thailand,” tulis berita tersebut.

Sebenarnya, berita “lari-gigit-ngumpet” ini memang perlu dikonfirmasi lebih lanjut, sebelum muncul opini publik yang cenderung menjelekan pesilat Indonesia. Menurut saya, bisa saja pesilat Indonesia memang “lari” untuk menghindari kontak dengan pesilat Thailand dikarenakan cedera yang dia alami.

Tindakan ini bisa saja membuat pesilat Indonesia kehilangan nilai dikarenakan teguran, namun, dia berani melakukannya dikarenakan selisih nilai yang jauh dengan pesilat Thailand. Kemenangan mutlak (5-0) menurut saya menjadi bukti.

Selain untuk mengamankan poin, tindakan “lari” ini juga dilakukan untuk menghindari kalah teknik atau kalah mutlak karena pesilat tidak dapat melanjutkan pertandingan (misalnya dikarenakan cedera yang dia alami). Walaupun “lari” yang dilakukan pesilat Indonesia tidak sesuai dengan pola langkah yang dimaksud dalam aturan pertandingan pencak silat.

http://olahraga.kompasiana.com/sport/2011/11/23/kontroversi-final-pencak-silat-sea-games-2011-benarkah-pesilat-indonesia-curang/

 
Leave a comment

Posted by on December 17, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: