RSS

Kintroversi Pulau Komodo

17 Dec

New 7 Wonders of Nature didirikan pada tahun 2001, mengandalkan sumbangan swasta dan penjualan hak siar dan tidak menerima dana publik atau uang pembayar pajak. Pada tahun 2007 yayasan meluncurkan kontes yang disebut New 7 Wonders of Nature, yang akan menjadi subyek dari pemungutan suara sampai 11 November 2011. Kontroversi pulau Komodo maju dalam pemilihannew7wonders of nature sangat marak pada 10 hari terakhir sebelum pengumuman diumumkan. Beragam serangan dan intimidasi supaya rasa nasionalisme yang sempat mucul pada awal pulau komodo masuk dalam nominasi new7wondersdipertanyaan. Seolah bersikap kritis bahwa rasa nasionalisme itu telah dipermainkan oleh panitia penyelenggara new7wonders yang ada tim pemenang yang ada di Indonesia. Sikap kritis itu, mengusik dengan harapan masyarakat Indonesia tidak usah mendukung pulau komodo menjadi salah satu new7wonders, Berbagai cara atau pandangan yang mereka kemukakan. Pertama, mereka mempertanyakan penyelenggara new7wonders yang notabene adalah yayasan swasta, yang tidak di akui oleh UNESCO, dan para pengkritik menganggap sebagaimana yayasan-yayasan swasta lainya didirikan dengan tujuan untuk mendapatkan untuk dari kegiatan yang mereka lakukan. Untung yang didapat dari pembayaran sejumlah uang untuk mengikutsertakan suatu daerah dalam kompetisi yang mereka buat.Direktur Organisasi The New 7 Wonders, Joan Paul De La Fuente, dalam teleconferencenya mengklarifikasi bahwa yang menyerang New 7 Wonders dengan mengatakan organisasi abal-abal bukanlah pemerintah melainkan seorang pejabat pemerintah. Dalam hal ini adalah Dubes RI di Swiss, Djoko Susilo. Joan Paul de La Fuente mengatakan, N7W merupakan organisasi resmi yang diakui pemerintah Swiss. Yayasan N7W, menurut de La Fuente, memang beralamat di museum milik keluarga Weber. Joan juga Mengatakan bahwa tudingan di alamatkan kepada New7Wonders adalah tudingan yang salah. Tudingan tersebut berasal dari pejabat Pemerintah Indonesia yang Pernah bekerja sama dengan new7wonders selama dua tahun. Pejabat itu bertindak sebagai suporter official committee. Namun di tengah perjalanan ada ketidaksesuaian tindakan pejabat itu dengan ketentuan dan prinsip N7W. Akhirnya N7W memutuskan hubungan kerja sama tersebut. Dengan alasan “Tidak menghormati kesepakatan dan aturan main”. Kedua, sebagaimana telah saya sebutkan diatas, masyarakat dipermainkan rasa nasionalismenya dengan maksud menyedot uang yang dilakukan melalui vote sms untuk dukung pulau komodo dengan nilai Rp. 1/sms. Para kritiker berharap menyadarkan masyarakat bahwa uang didapat dari vote sukarela itu, asumsinya akan dimanfaatkan untuk kepentingan dan keuntungan tertentu dari pihak panitia pemenangan. Ketiga, tanpa di dukung atau masuk dalam new7wonders pun pulau komodo telah menjadi salah satu keajaiban dunia, yang telah dikenal luas oleh masyarakat dunia. Oleh karena itu, menjadi salah satu new7wonders baru dikhawatirkan akan mempengaruhi habitat dari komodo, menjadikan komodo stress dan cenderung akan punah sebagai kontradiksi dari konservasi yang dilakukan selama ini.   http://umaeeblogs.wordpress.com/2011/11/01/kontroversi-tentang-komodo-itu-pun-terjawab/ http://www.burahol.com/2011/11/kontroversi-komodo-new-7-wonders-of.html

 
Leave a comment

Posted by on December 17, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: